Ketidakmemilihan

Sedianya apa tujuan kita bertemu bersama?
Hanya jiwa kita yang mampu menjawabnya
Jawaban beralas rasa, di atas kata-kata
Dan katanya tiap jiwa merasa masing-masing caranya

Mungkin seperti halnya anak manusia
Pertanyaan pertama mengapa ia lahir ke dunia?
Lalu pilihan apa yang ia punya?

Jiwaku berkata dalam bahasanya sendiri
Benarkah kita mampu memilih?
Memilih waktu hidup dan kapan mati
Memilih keturunan dari rahim Ibu petani atau Mahaputeri
Memilih kebangsaan jaya atau pesisir negeri
Memilih ras, warna kulit, atau setidaknya wajah nan asri

Apakah kita memilih bertemu atau dipertemukan?
Apakah kita memilih bersama atau dipersatukan?
Apakah kita memilih berpisah atau dipisahkan?
Apakah kita memilih menerima atau dianugerahkan?

Jiwaku berbisik dalam kalimat nurani
Karena Tuhan Maha Mengetahui
Ku terima apapun yang terjadi
Satu-satunya pilihan yakni…
Hidup sepenuh hati di saat ini, di sini, begini
Berserah menerima tuntunan Ilahi

Sampurasun