Kepada Perjalanan

Tiga ratus enam puluh lima hari,
Tujuh puluh tiga kali sebelah tangan hitungan jari
Menjalani jam, menit, dan detik silih berganti
Upaya menyadari setiap helaan nafas datang dan pergi

Kepada waktu, ruang, dan jiwa
Dimensi tanpa batasan aksara
Doa dan sujud jadi cahaya
Tempat tafakur jadi niscaya

Perjalanan sesungguhnya adalah ENGKAU
Menuju diriku aku menuju-MU
Sang nafas hanya satu dari beribu
Tak perlu disebut pun KAU telah tahu

Yang kusebut ilusi juga adalah keputusan-Mu
Ketidaksadaranku pun telah digariskan-Mu
ENGKAU pula yang mengatur setiap nafasku
Bahkan daun yang jatuh telah tertentu

Setiap ‘pilihan’ sejatinya telah dipilihkan
Kami hanya wayang dalam panggung pagelaran
Menunggu giliran untuk dimainkan
ENGKAU penentu setiap peran

Jadi Pandawa atau Kurawa
Jadi Werkudara atau Dasamuka
Jadi Arjuna tak perlu jumawa
Jadi Rahwana ya terima saja

Perjalananku bukan untuk melanglang
Tapi jalan kembali kepada Sang Hyang
Dari gelap menuju terang
Belajar pulang sebelum dipanggil pulang

Sampurasun 🙏🏼